Tutorial Cara Membuat Menu Di Blog Dengan Mudah Jika semua kode sudah dimasukkan klik Simpan. Sampai tahap ini blog sobat sudah memiliki menu horizontal, namun saya yakin sobat ingin menu-menu tersebut sesuai keinginan. Jika demikian, mari kita lanjutkan edit menu horizontal tersebut. Cara edit menu-menu yang ada di blog Pada kode css dan html yang sobat masukkan tadi ada kode

Selasa, 24 Maret 2015

Karunia Tiada Terhingga !

rainKalau kita mau jujur mengakui, jarang sekali dalam hidup ini kita menyempatkan diri untuk bertafakur tentang karunia yang dilimpahkan Allah kepada kita. Padahal, demikian banyak ayat dalam al-Qur’an yang mengajak kita untuk berfikir dan merenung. Perhatikan betapa banyak kata tatafakkarun atau ta’qilun digunakan dalam kitab suci ini. Semua itu merupakan isyarat agar manusia senantiasa menggunakan akalnya untuk berfikir, termasuk berfikir dan merenungkan limpahan karunia yang diberikan kepadanya.
Cobalah sesaat mengamati beberapa bagian tubuh yang demikian sempurna diciptakan Allah untuk kepentingan manusia. Dengan sepasang matanya manusia dapat melihat segala sesuatu yang bernama indah dalam hidupnya. Gunung-gunung yang menjulang tinggi, lautan yang biru, rumah dan perhiasan yang kemilau, wajah yang cantik atau tampan, semuanya dapat dinamakan indah hanya kalau kita mempunyai kemampuan melihatnya. Semua yang indah dan gemerlap itu tak akan ada maknanya apa-apa lagi begitu kemampuan melihat kita hilang. Yang hitam atau putih akan tampak sama saja. Yang bernilai mahal atau sebaliknya tak akan lagi ada bedanya. Dunia akan selalu terkesan gelap-gulita. Siang dan malam tak lagi punya arti apa-apa!
Sepasang telinga yang diberikan Allah kepada kita sungguh tak terhingga nilai dan harkatnya. Dengan telinga kita mendengar suara azan dan bacaan ayat-ayat suci al-Qur’an. Dengan telinga kita mendengar alunan musik yang merdu. Dengan telinga pula kita mendengar tangisan bayi atau bisikan angin. Apalah arti semua itu manakala telinga kita sudah tak mampu lagi menangkap isyarat yang diberikannya. Semua cuma akan terkesan sunyi dan sepi. Tak ada lagi beda antara kicau burung dan gemercik air mengalir!
Hidung kita diciptakan Allah dengan tingkat kesempurnaan yang amat tinggi. Melalui hidung manusia menghirup oksigen yang sangat fital bagi kehidupan. Melalui sistem respiratori atau pernafasan yang begitu unik, oksigen yang kita hirup masuk ke dalam paru-paru. Jantung kemudian memompakan darah menuju paru-paru sehingga darah akan termuati dengan oksigen. Darah yang sudah mengandung oksigen ini kemudian kembali lagi ke jantung kita dan oleh jantung dialirkan ke seluruh tubuh termasuk otak kita.
Allah melengkapi indra manusia dengan lidah, gigi dan perangkat lainnya di dalam mulut. Dengan lidah kita membedakan rasa manis, pahit, asam dan sebagainya. Lidah kita yang penuh dengan syaraf perasa bekerja dengan demikian sempurnanya sehingga kita bisa menikmati berbagai makanan dan minuman sebagai rizki yang diberikan Allah kepada kita. Cobalah kita ingat, sedikit saja terjadi gangguan pada organ-organ di mulut kita ini, berbicara, makan dan minum akan sangat terganggu.
Seperti difirmankan Allah dalam surat At-Tiin, sungguh Allah menciptakan manusia dalam bentuk yang sangat sempurna. Manusia dilengkapi dengan alat perasa di tubuhnya. Dengan indra yang satu ini, ia dapat merasakan panas, dingin, ngilu dan aneka sensasi lainnya. Alat perasa ini yang memungkinkan kita cepat menarik tangan atau bagian tubuh kita yang lain ketika tersentuh sesuatu yang tidak kita kehendaki. Bayangkan seandainya manusia tidak dilengkapi dengan indra yang satu ini! Sekujur bagian tubuhnya mungkin akan terkesan hanya bagai seonggok daging mati!
Kembali kepada sepasang mata yang diciptakan Allah, cobalah kita amati betapa sempurnanya ciptaan ini. Dengan penglihatan lewat sepasang mata ini kita dapat menangkap bayangan bermacam benda yang ada. Struktur mata juga dirangkai demikian rupa dalam tujuh layers atau lapisan, dimana setiap lapisan mempunyai sifat dan bentuk tertentu. Kemampuan melihat kita akan hilang apabila satu saja dari lapisan ini tidak berfungsi. Perhatikan pula bentuk kelopak mata yang seolah berpagar, dan kedipannya yang begitu cepat. Kemampuan berkedip ini tidak diciptakan begitu saja, namun dirancang agar mata terlindung dari benda luar yang berbahaya seperti debu dan lainnya. Kelopak mata berperan seperti pintu yang bisa dibuka dan ditutup kapan saja diperlukan. Di samping berperan sebagai pelindung, kelopak mata juga diciptakan untuk memperindah mata dan wajah kita. Oleh sebab itu ia dibuat demikian rupa, tidak terlalu panjang atau terlalu pendek.
Sekarang mari kita amati air mata dengan zat asin yang terkandung di dalamnya. Air mata juga berfungsi menyapu benda asing yang masuk ke dalam mata kita. Allah juga membuat kedua sudut mata kita sedikit lebih rendah dari bagian tengahnya agar dengan begitu benda luar yang masuk ke dalamnya dapat dipinggirkan ke salah satu sisinya. Mata kita juga dilengkapi dengan sepasang alis dan bulu mata. Selain untuk mempercantik, keduanya juga bermanfaat sebagai tirai pelindung.
Untuk menutup mulut kita, Allah melengkapi organ mulut ini dengan dua belah bibir yang berperan seolah pintu yang bisa dibuka dan ditutup kapan saja. Mulut juga dibuat agar gigi dan gusi kita terlindungi. Bibir dan mulut manusia menjadi bagian yang tak bisa dilepaskan dari estetika dan keindahan. Bayangkan betapa anehnya rupa manusia tanpa mulut dan bibir! Mulut , gigi, dan semua perangkat di dalam mulut sangat berperan dalam menentukan aktivitas bicara dan mengungkapkan suara hati. Gigi-gigi di mulut kita punya arti yang sangat besar di dalam mencerna makanan dan berbicara. Gigi-gigi ini sengaja dibuat banyak jumlahnya
dan tidak merupakan kesatuan tulang, sehingga apabila sebagian rusak, sebagian lainnya masih bisa melakukan fungsinya. Sungguh ciptaan yang luar-biasa!
Di bagian dalam mulut juga diciptakan air liur yang hanya keluar saat dibutuhkan. Liur berfungsi membantu mengunyah makanan sehingga mudah ditelan dan tidak menimbulkan rasa sakit. Perhatikan bagaimana air liur ini menghilang ketika makanan sudah habis. Setelah itu, yang tersisa cuma air liur yang sekedar membasahi anak lidah kerongkongan untuk keperluan bicara, dan agar kita tidak mengalami dehidrasi di tempat itu.
Allah juga melengkapi kita dengan alat pendengaran sepasang telinga dan melengkapinya dengan kelenjar minyak pahit di dalamnya. Ini ditujukan untuk menjaga alat pendengaran dari aneka macam bahaya, termasuk serangga kecil yang akan mati jika memasuki telinga kita. Perhatikan daun telinga yang dibuat sedemikian rupa guna menangkap suara dan mengirimkannya ke lubang telinga. Bagian dalam telinga manusia dibuat berlekuk. Dengan ini maka suara dapat ditangkap dengan mudah. Telinga kita dapat menangkap gelombang suara dan menimbulkan gema di dalamnya. Ini diperlukan agar ketika kita tidur, kita masih dapat dibangunkan. Melalui udara yang dihirupnya, manusia dapat mencium berbagai aroma.
Hidung kita dibuat menonjol di tengah-tengah wajah dengan bentuk yang indah dan dilengkapi dengan dua lubang yang terbuka. Dengan indra yang satu ini, kita dapat membedakan bermacam aroma dan aneka makanan dan minuman. Aroma wangi dan harum menjadi aroma yang digemari dan demikian pula sebaliknya. Berbagai kenikmatan dan kelezatan hidangan akan dapat ditangkap lewat indra penciuman. Hidung juga berfungsi sebagai penyejuk suhu panas di dalam tubuh.
Allah menciptakan pangkal tenggorokan sebagai tempat keluarnya suara. Perhatikan bagaimana lidah kita bisa bergerak dan memutar. Suara kita bisa dikontrol melalui jalur pita suara yang berbeda-beda sesuai dengan perbedaan bunyi yang keluar. Dengan cara ini maka bunyi bisa dikeluarkan sesuai keperluannya. Pangkal tenggorokan manusia diciptakan Allah dalam bentuk yang tidak sama satu dengan yang lain. Ada yang sempit, luas, dan lunak. Ada yang panjang dan ada pula yang pendek. Dengan demikian maka tak ada suara orang yang sama persis.
Betapa uniknya! Dari sekian miliar manusia di dunia, masing-masing mempunyai suara yang berbeda! Sekarang mari kita lihat tangan dengan jari-jarinya yang mengagumkan itu. Tangan diciptakan untuk memungut segala sesuatu yang kita perlukan , dan menangkis datangnya ancaman. Amati dengan seksama jari-jari tangan kita! Ruas jari-jari yang demikian rupa dibuat berbeda bukannya tanpa alasan. Keempat jari dibuat searah, sementara jempol diciptakan menghadap ke arah lain. Dengan posisi seperti ini, kita bisa menggenggam dan memberikan sesuatu dengan tepat. Satu saja dari jari-jari ini kehilangan fungsinya, maka pekerjaan tangan kita akan sangat terganggu. Dengan kedua kakinya manusia dapat berjalan dan melangkah dengan sempurna. Telapak kaki kita juga dilengkapi dengan jari-jari yang selain sebagai penyelaras, jari-jari ini juga berfungsi sebagai penguat ketika kita berjalan. Satu saja dari jari-jari kita ini kehilangan perannya, maka pasti berjalan kita menjadi tidak sempurna lagi.
Demikian sempurna dan persisnya semua ciptaan ini sehingga tak akan ada yang mampu menyaingi ciptaan seperti ini. Untuk keperluan bergerak, diciptakan Allah persendian yang menyambung struktur tulang. Persendian ini kemudian disambung dan diikat satu dengan yang lain yang terdapat pada salah satu ujung tulang dan diletakkan di ujung yang lain seperti pembalut. Agar pergerakan kita mudah, Allah pun menciptakan salah satu ujung ini menonjol sementara yang lain melekuk. Perhatikan hebatnya gangguan gerak yang terjadi manakala terjadi masalah di sendi atau tulang-tulang ini.
Kepala yang di dalamnya terdapat otak sebagai pusat syaraf manusia diciptakan sedemikian cermatnya. Kepala manusia terdiri dari 55 tulang dengan bentuk yang berbeda-beda. Tulang-tulang ini dibentuk sedemikian rupa sehingga membentuk batok kepala yang kuat. Enam dari tulang-tulang ini terdapat pada tengkorak kepala, sementara dua puluh empat pada rahang bagian atas, dan dua tulang pada rahang bagian bawah. Selebihnya, terdapat pada gigi kita. Allah menciptakan tengkuk leher sebagai pusat kepala. Bagian ini terdiri dari tujuh tulang belakang yang berongga dan berbentuk bulat. Apa yang dapat saya tulis di atas hanyalah sebagian kecil dari ciptaan Allah bernama manusia yang begitu sempurnanya.
Tubuh kita dengan semua organ yang dimilikinya bekerja dengan aneka sistem yang sangat jitu. Sistem-sistem ini bekerja dengan seksama siang dan malam tanpa lelah. Paru-paru, jantung, ginjal, hati dan semua organ yang lain menjalankan fungsinya masingmasing dengan cermat dan tepat. Allah menciptakan otak manusia dengan berjuta sel di dalamnya yang berkemampuan luar biasa mengatur setiap organ yang ada di tubuh kita. Penderitaan berupa penyakit yang dialami seseorang hendaknya senantiasa menjadi perhatian dan sekaligus peringatan bagi kita akan besarnya arti dan makna karunia yang dilimpahkan Allah kepada kita. Sedikit saja terjadi penyumbatan di otak kita, akan membuat kita tak lagi mampu berjalan, bercakap, melirik atau menggerakkan tubuh kita yang lain. Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air sperma (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air sperma itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maha Suci Allah, Pencipta Yang Paling Baik.
Selagi semua anugerah dan karunia tiada terhingga ini kita miliki, maka hendaknya kita senantiasa berusaha menjadi insan yang lebih saleh, lebih berbakti, serta lebih berguna bagi agama dan manusia. Angan-angan meraih semua itu ketika tubuh sudah tidak berdaya tak lagi banyak gunanya…..! Drs. Husein Shahab.

Melindungi Umat Dari Paham Menyimpang

0safallraining1Menjaga agama sesuai dengan ketentuan pembawa syariat (Rasulullah SAW) pada dasarnya merupakan tanggung-jawab seluruh umat Islam, terutama para ulama dan cendekiawan muslim. Ini penting dalam rangka membentengi umat Islam secara keseluruhan dari ber-bagai paham yang rentan dan kerap menyusup di tengah khairul-ummah ini. Agama merupakan tuntunan yang tidak hanya bersifat personal tapi juga komunal. Kebodohan yang ada pada umat tak boleh dibiarkan. Harus ada upaya-upaya kongkret untuk memberikan pemahaman kepada mereka mengenai ajaran yang benar dan jauh dari segala bentuk penyimpangan.
Kelak orang-orang bodoh tidak akan ditanya mengapa mereka bodoh, tetapi yang berilmu akan ditanya mengapa membiarkan yang bodoh tetap dalam kebodohan. Al-Qur’an dan sunnah Rasul harus lebih sering disosialisasikan di tengah umat yang lebih kerap menerima informasi-informasi sekuler atau hanya bersifat duniawi di tengah-tengah era globalisasi ini. Juga pengaruh-pengaruh yang dihembuskan oleh paham-paham sesat. Paham-paham menyimpang senantiasa tumbuh di setiap kurun waktu dan tentu amat berbahaya jika tidak segera “diperangi” dengan informasi dan tindakan yang sesuai Al-Qur’an dan Sunnah. Jika pada era klasik (salaf) saja paham-paham menyimpang itu sudah bermunculan, apalagi di era serba cepat dan canggih ini.
Umat Islam wajib menolak segala hal yang menyimpang dari Al-Qur’an dan sunnah Rasul. Belakangan muncul berbagai isu di sekitar kita sehingga berpotensi menimbulkan keresahan. Misalnya saja paham bahwa ibadah shalat tidak harus dilakukan dengan bahasa Arab (muncul di Malang), pelaksanaan shalat dengan menghadap gunung tertentu dan bukan menghadap Qiblat (muncul di Trenggalek), ibadah haji tidak harus di bulan Dzul-Hijjah, semua agama dianggap sama benarnya (JIL), pengakuan adanya nabi setelah Nabi Muhammad SAW (kelompok Ahmadiyah Qadyani dan lainnya), ibadah cukup dengan mengingat Tuhan dalam hati (Kebatinan), paham bahwa akhirat tidak kekal (Agus Mustofa) dan masih banyak contoh lainnya.
Semua contoh di atas merupakan paham yang bertentangan dengan Al-Qur’an dan sunnah Nabi SAW. Demikian pula dengan beberapa sekte Islam yang telah lebih dahulu muncul di era salaf, misalnya paham bahwa manusia memiliki pilihan dan otoritas penuh atas segala yang dilakukannya dan tak ada kaitannya dengan takdir Tuhan (Mu’tazilah dan Qadariyah). Juga bahwa maksiat tidak masalah jika disertai iman (Murji’ah), atau bahwa segala perbuatan hamba adalah takdir Tuhan semata dan tak ada efeknya bagi diri makhluk termasuk perbuatan maksiat (Jabariyah). Ada pula kelompok yang mengkufurkan atau mengharamkan orang yang bertawassul dan ziarah kubur (Wahhabi, Muhammad Abduh, Rasyid Ridho dan seterusnya).
Kelompok lain yang menyimpang dari sunnah Rasul misalnya kelompok yang menganggap kemungkinan terjadinya peleburan Tuhan dengan makhluk-Nya alias paham ittihad dan hulul (diprakarsai oleh Al-Hallaj, Syekh Lemah Abang, para Sufi tak berilmu). Ada kelompok yang berlebihan dalam menyanjung Sayyidina Ali bin Abi Thalib r.a. namun memaki-maki sahabat lainnya seperti Abu Bakar r.a. dan Umar bin Al-Khattab r.a. yang keduanya sangat dicintai oleh Nabi SAW (Rafidhah dan Syiah Imamah Itsna’asyariyah). Perhatikan juga kelompok yang berpendapat bahwa jika seorang hamba telah mencapai puncak cintanya (kepada Allah) dan hatinya jernih dari sifat lalai dan memilih iman di atas kufur, maka perintah dan larangan Allah tidak berlaku lagi pada mereka. Mereka tidak akan masuk neraka sekali pun mengerjakan dosa besar (Abahiyyin).
Ada pula kelompok aneh yang mengatakan bahwa Tuhan hanya menciptakan alam semesta dan selanjutnya apa pun yang terjadi adalah di luar kehendak-Nya. Bahkan menurut aliran ini alam itu sendiri yang punya kendali atas dirinya secara mutlak (kelompok Fulasifah Dahriyah yang terpengaruh oleh pemikiran Plato dan Aritoteles). Kelompok Fulasifah Ilahiyah lain lagi. Mereka mengakui adanya Tuhan namun mengingkari kenabian dan kerasulan. Di samping semua kelompok di atas, ada kelompok yang mengatakan bahwa keberadaan semesta merupakan efek niscaya dari keberadaan Tuhan (Fulasifah Thab’iyah, dan kelompok apa pun yang mengingkari atau menyekutukan Allah SWT atau mengkufuri keberadaan alam akhirat.
Memahami Arti Bid’ah
Ajaran agama memang tidak memberikan toleransi pada penyimpangan dan perbuatan mengada-ada (bid’ah) yang tidak pernah diajarkan oleh Nabi. Tindakan bid’ah harus dibasmi atau setidaknya dipersempit ruang geraknya. Hal itu tak lain dalam rangka melindungi mayoritas umat yang oleh Nabi SAW disebut dengan istilah al-Firqat an-Najiyat (kelompok yang bakal selamat di akhirat) dari kemungkinan menyimpang. Kita harus senantiasa mengingat beberapa pesan Nabi SAW terkait tindakan bid’ah dan munculnya sempalan-sempalan pembawa ajaran sesat tersebut seperti beberapa hadits di bawah ini: “Barangsiapa memperbaharui dalam urusan kami (agama) ini sesuatu yang tidak bersumber dari padanya maka tertolak.” (HR Al-Bukhari-Muslim dari Aisyah r.a.). Nabi SAW juga bersabda : “Maka sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah kitab Allah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad dan sejelek-jelek perbuatan adalah segala perbuatan yang diada-adakan (bid’ah) dan setiap bid’ah adalah sesat.” (HR Muslim-Turmudzi dari Jabir bin Abdillah r.a.)
Yang juga perlu dipahami adalah bahwa tidak semua amalan yang tidak terdapat di masa Rasulullah SAW dengan serta-merta termasuk kategori bid’ah dhalalah. Imam Asy-Syafi’i menegaskan hal itu. Kegiatan-kegiatan semisal dzikir secara kolektif sebagaimana dalam majlis-majlis tarekat dan semacamnya, atau kegiatan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dengan membaca shalawat secara bersama-sama sebagaimana tradisi yang ada di negeri ini tidak bisa digolongkan pada bid’ah dhalalah. Substansi amalan ini terkandung dalam ajaran Islam. Bahkan hal itu sangat baik dan perlu ditradisikan, sebab bisa menambah rasa cinta kita kepada Allah SWT dan Rasul- Nya, menjadi momen untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah dan memberikan pemahaman agama kepada umat. Rasulullah SAW bersabda : “Barangsiapa membuat suatu tuntunan baik dalam Islam maka baginya pahala dan pula pahala orang yang menirunya tanpa mengurangi pahala orang yang menirunya sedikit pun, dan barangsiapa membuat suatu tuntunan jelek maka baginya dosa dan pula dosa orang yang menirunya tanpa mengurangi dosa orang yang menirunya sedikit pun.” (HR Muslim dan At-Turmudzi dari Al-Mundzir bin Jarir dan ayahanya)
Oleh karena itu maka tak ada alasan untuk menolak kegiatan-kegiatan positif dan bermanfaat seperti itu. Bid’ah dhalalah adalah perbuatan yang mengada-ada yang tidak bersumber sama sekali pada dalil agama atau bahkan bertentangan dengan dalil agama yang sudah jelas. Misalnya seseorang melakukan shalat ba’diyah Ashar atau ba’diyah Shubuh. Contoh lain adalah anggapan bahwa masih mungkin ada nabi lagi setelah Nabi Muhammad SAW.
Urusan agama menyangkut keselamatan manusia di dunia hingga akhirat. Oleh karenanya maka menimba ilmu agama harus dari sumber yang bisa dipertanggung- jawabkan. Dalam sejarah agama-agama samawi sebelum Islam telah terjadi distorsi-distorsi yang sangat menodai agama. Ini menjadi biang perselisihan yang terjadi di tengah Ahlul-Kitab. Kemurnian agama lantas dipertanyakan karena telah bercampur dengan berbagai kepentingan yang kian mengaburkan ajaran yang sesungguhnya. Kita sebagai umat Islam jangan membiarkan hal semacam itu terjadi pada agama kita ini.
Para perawi hadits sekaliber Imam Malik bin Anas, Al-Bukhari, Muslim An-Naisaburi, Abu Daud, Ahmad bin Hanbal, At-Turmudzi, An-Nasa’i dan Ibn Majah benar-benar selektif dalam menerima riwayat sunnah yang menjadi sumber kedua ajaran Islam setelah Al-Qur’an. Hal itu mereka lakukan tak lain karena ingin menjaga agar ajaran agama tidak sampai terkontaminasi oleh riwayat-riwayat yang tidak bersumber dari Nabi SAW. Dari metode seleksi mereka itulah lantas muncul klasifikasi riwayat menjadi shaheh, hasan dan dhaif. Apa yang terjadi pada agama-agama samawi pra Islam menjadi pelajaran amat penting bagi perjalanan ajaran Islam di tengah umat.
Originalitas Dan Totalitas
Setelah agama (Islam) ditawarkan melalui dialog yang logis dan rasional sebagai sebuah ideologi, maka tak perlu dipersoalkan lagi berbagai ragam ajaran amaliyah yang ada di dalamnya. Agama pada dasarnya menyangkut sebuah tindakan taat tanpa reserve. Hanya itu cara efektif untuk mengantisipasi penodaan dan penyebalan terhadap ajaran agama. Agama harus diterima secara utuh dan sebagai sebuah totalitas sikap. Tak perlu ada yang dikurangi atau ditambahi. Barangkali itulah arti yang terkandung dalam firman Allah SWT : “Wahai orang-orang yang beriman, masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu ikuti langkahlangkah setan. Sungguh, ia musuh yang nyata bagimu.”(QS Al-Baqarah [2]: 208)
Untuk menjadi umat Islam yang kaffah sebagaimana pada ayat di atas tak ada cara lain selain dengan memahami ajaran Islam dengan benar dan komprehensif. Pemahaman yang parsial (setengah-setengah) kerap menjadikan seseorang terjebak dalam kesalahpahaman yang kadang sampai berakibat fatal, bahkan melakukan penyimpulanpenyimpulan yang jauh dari maksud yang sebenarnya. Lebih fatal lagi apabila pemahaman keliru itu lantas ditularkan atau diajarkan kepada orang lain yang juga tidak mengerti agama. Orang seperti itu termasuk kategori sesat dan menyesatkan.
Sebagai contoh adalah pandangan bahwa Islam tidak perlu didakwahkan kepada umat lain yang sudah beragama berlandaskan ayat 6 dalam QS Al-Kafirun : “Untukmu agamamu dan untukku agamaku.” Paham-paham yang merupakan sempalan-sempalan dalam Islam kerap muncul karena pemahaman yang parsial semacam itu. Mereka menggunakan satu dalil secara lahiriah dan mencampakkan dalil lain yang terkait. Bisa juga karena kesalahan persepsi tentang suatu dalil yang melahirkan sebuah pengertian yang tidak dimaksudkan dari dalil tersebut.
Lantas mereka menularkannya kepada orang lain melalui kekuatan yang dimilikinya seperti terjadi ketika orang-orang berpaham Mu’tazilah, Rafidhah atau bahkan sekuler berkuasa di sebuah wilayah atau negara. Umat memerlukan orang-orang yang memiliki kapasitas keilmuan agama yang mumpuni dan berjiwa penegak kebenaran yang pemberani. Hanya dengan itu ajaran Islam dapat terpelihara dari upaya kontaminasi dan distorsi. Jika Allah SWT telah menjamin Al-Qur’an dari pengubahan sebagaimana dalam QS Al-Hijr [15]: 9), maka kita juga wajib menjaga agama ini dari penyimpangan-penyimpangan dan paham-paham yang tidak bertanggung- jawab…..

Ragam Modus Kristenisasi

Sepertinya kini para misionaris semakin kreatif saja dalam melancarkan misimisi kristenisasi di negeri ini. Beberapa waktu lalu majalah ini menulis geliat mereka di tengah berkecamuknya bencana Merapi. Berkedok bantuan kemanusiaan, mereka membaptis kaum muslimin dengan imbalan sepotong roti. Fakta itu sungguh membuat hati kita merasa miris. Dengan liciknya, mereka menghasut saudara-saudara kita yang tengah kesusahan agar masuk ke perangkap mereka. Peristiwa itu bisa kita jadikan sebagai pembelajaran agar ke depan tidak terulang kembali.
Upaya kristenisasi di anyuwangi yang baru-baru ini terjadi boleh dibilang sebagai modus baru. Para penginjil mengirim seorang utusan untuk menyusup ke tengah masyarakat muslim. Tak tanggung-tanggung, utusan itu mereka masukkan ke sebuah pondok pesantren. Di pesantren ini, si utusan berusaha merusak citra Islam dari dalam dan mengiming-iming warga sekitar untuk menganut Kristen.
Menyamar
Pesantren yang menjadi target kristenisasi ini adalah Sunniyah Salafiyah Miftahul Ulum, Laban Asem Kabat, Banyuwangi. Pada 23 Januari 2011 lalu, mereka menerima tamu seorang lelaki yang mengaku bernama Muhammad Yusuf yang diantar oleh seorang temannya. Dengan memakai logat Batak ia bertutur bahwa ia berasal dari Jakarta dan ingin mempelajari agama Islam. Ia juga mengaku menjadi muallaf karena ingin mendapatkan kebenaran yang selama ini ia dambakan. Dari Jakarta ia lari ke Lombok karena takut terhadap keluarganya yang tak merestuinya masuk Islam. Selama di Lombok ia dikhitan lalu pergi ke Bali untuk nyantri kepada seorang Ustad. Di tempat ini ternyata ia tak pernah diajari apa-apa, malah ia mengeluhkan laptopnya yang selalu dipinjam sang ustad untuk menyaksikan film-film dewasa. Ia juga mengaku mahasiswa Univesitas Negeri Jakarta. Dari KTP yang diserahkan kepada pengurus pesantren, diketahui bahwa nama aslinya adalah Hezkiel Fernandes, berasal dari Riau dan telah menganut agama Islam.
Setelah resmi menjadi santri, Hezkiel atau Yusuf memulai aksinya. Ia kerap masuk ke kampung-kampung yang ada di sekitar pesantren. Kepada warga ia bercerita bahwa sesungguhny ia adalah anak orang berduit. Ayahnya kaya raya dan menjadi donatur terbesar dalam misi kristenisasi. Konon, ayahnya telah membangun 500 rumah yang diperuntukkan orang-orang yang masuk Kristen.
Ibundanya adalah karyawan Badan Pertanahan Negara (BPN). Oleh kedua orang tuanya, ia disekolahkan di Taman Kanak- Kanak elit khusus Kristen yang uang masuk-nya saja senilai 40 juta rupiah. Ia pernah mengikuti Olimpiade Matematika di Athena dan menjadi juara pertama. Peserta lainnya mengerjakan soal dalam waktu 5 menit, sementara ia menyelesaikan dalam durasi 2 menit saja. Begitulah ceritanya kepada warga kampung.
Hezkiel sungguh pandai berbicara. Kendati omongannya tergolong sangat muluk,namun ia berhasil membuat warga terkagum-kagum kepadanya. Yang unik, setiap kali bercerita ia selalu menyelipkan kalimat yang bernada hasutan, “jika kamu masuk Kristen maka hidupmu akan berubah!” Ia selalu mengulang-ulang kalimat itu.
Sejauh itu pengurus pesantren belum mengendus gelagat Hezkiel. Bahkan karena kalihaiannya berbahasa Inggris, ia kemudian didaulat oleh pengurus untuk mengajar Bahasa Inggris kepada para santri. Ia juga diminta memberikan les matematika kepada santri yang mau mengikuti Ebtanas.
Berkat kepiawaian bergaul itu, maka Hezkiel diterima oleh masyarakat setempat. Tiap malam ia diajak makan di rumah warga secara bergantian. Ia begitu membumi dengan warga, dan jelas terlihat bahwa ia memang terlatih untuk misi itu. Ia menyantap segala suguhan yang dihidangkan warga kepadanya dan selalu memujinya. Ketika para santri berenang di sungai, si Hezkiel pun tak canggung berbaur dengan mereka. Pendek kata, ia berhasil mencuri hati mereka.
Sementara itu tampaknya hanya segelintir orang yang menaruh curiga terhadapnya. Di antaranya adalah Fathur Rozi dan Sayid Faqih Bilfaqih. Kedua santri itu kebetulan sekamar dengan Hezkiel di pesantren. Mereka curiga karena setiap kali telpon, Hezkiel senantiasa menyendiri di sungai. Setiap kali mendapat SMS, ia langsung menghapus setelah membacanya. Kecurigaan juga tumbuh karena di laptop Hezkiel tak ada foto keluarganya sama sekali.
Belakangan ternyata diketahui bahwa handphone dan laptop Hezkiel penuh dengan video-video porno. Ia sering meminjamkan laptopnya itu kepada anak-anak sembari berkata kepada mereka bahwa video-video tersebut adalah milik ustadnya di Bali. Dari sini tercium gelagat bahwa Hezkiel berupaya merusak citra Islam dan menarik simpati anak-anak kepadanya. Pernah juga Fathur Rozi dan Faqih mendapati Hezkiel membawa injil. Ketika ditanyai perihal injil itu, Hezkiel berkilah bahwa ia memang sengaja membawanya sebagai perbandingan.
Ketahuan
Suatu kali, pada telepon genggam Hezkiel terlihat pesan pendek yang sempat dibaca oleh Fathurrozi. Dalam pesan pendek itu termuat singkatan GBU. Karena penasaran Fathurrozi bertanya kepada Hezkiel mengenai kepanjangan GBU. Hezkiel tak mau berterus terang, ia hanya menjelaskan bahwa singkatan itu hanyalah doa bahwa ia akan mendapatkan keberkahan tuhan. Dalam tradisi Kristen, GBU adalah kepanjangan “Gos Bless You” yang berarti “semoga tuhan memberkatimu.” Kecurigaan semakin besar tatkala Hezkiel diajak mengikuti haul Syekh Abu Bakar bin Salim di kelurahan Mandar yang dihadiri Habib Munzir al-Musawa. Ia kelihatan sangat resah di tengah acara itu. Kitab Maulid Dhiyaulami’ yang diberikan padanya hanya ia buka sebentar. Ia selalu menoleh ke kanan-kiri seolah ingin segera beranjak dari majelis itu.
Akhirnya, para pengurus sepakat hendak membongkar kedok Hezkiel. Ia dipancing untuk mengikuti jamuan makan malam di rumah salah seorang warga. Pada saat Hezkiel berada di rumah warga, pengurus pesantren menggeledah kamarnya. Mereka mendapati telepon genggam dan laptop Hezkiel yang penuh dengan video porno. Di tas laptonya, terdapat buku injil yang selama ini setia menemani Hezkiel. Sementara itu, di telepon genggam miliknya terdapat pesan pendek dari Nyoman dengan nomor 08123806336 yang belum sempat dihapus. Pesan ini berbunyi: “Shalom dik, sy harp tetap tenang, TUHAN YESUS Juruselamat kita, pembeladn pelindung kita, tetaplh berdoa, TUHAN pasti menyelmtkn dari prsoalnmu, sbab kalo hezkiel mengalami ini karma DIA, DIA menolongmu, nmun penyamarnmu tetap hrs bijak, sy setuju,jk hezki mrsa tdk aman di sini, lari saja k dpsr GBU..” (Pesan pendek kami muat sesuai tulisan aslinya, red)
Selasa Pagi, 01 Februari 2011, para pengurus pesantren melaporkan Hezkiel kepada kepolisian setempat. Ia pun langsung digelandang ke kantor polsek. Pada sore hari ia masih terlihat di kantor Polsek, akan tetapi pada malam harinya ia sudah menghilang entah kemana.
Patut diwapadai, ia adalah mata-mata yang ditugasi memantau dan mempelajari kehidupan pesantren di tanah air. Ia menyendiri di sungai dekat pesantren itu guna memberikan laporan kepada lembaganya via telepon genggam. Penyebaran video-video mesum yang ia akui sebagai kepunyaan ustadnya di Bali kepada anak-anak kampung bertujuan menanamkan stigma negatif terhadap para guru ngaji. Ucapannya bahwa dengan menjadi Kristen seorang akan mendapatkan kehidupan yang lebih baik, jelas merupakan hasutan yang diharapkan bisa menarik satu-dua orang warga.
Aksi-aksi seperti yang dilakukan Hezkiel ini lumrah saja dalam misi kristenisasi. Paulus pernah menyatakan dalam Bible, “Berdusta bukanlah suatu dosa apabila dilakukan untuk memuliakan tuhan, tetapi jika kebenaran Allah oleh dustaku semakin melimpah bagi kemuliaannya mengapa aku masih dihakimi lagi sebagai orang-orang yang berdosa.” (Roma 3 : 7). Sementara itu Matius (10 : 16) menambahkan,”Lihat Aku mengutus kamu seperti domba ketengah-tengah srigala. Karena itu hendaklah kalian cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.’’
Penyusupan seperti di Banyuwangi pernah pula terjadi di Bandung. Waktu itu ada seorang pendeta yang telah lama mendalami Islam masuk ke masjid-masjid dan mempengaruhi para pemuda masjid untuk saling silang pendapat mengenai masalah ubudiah. Usahanya itu mengakibatkan terpecahnya persatuan di tengah jamaah di masjid. Mereka termakan oleh adu domba si pendeta yang memang berilmu lumayan mumpuni. Namun pada akhirnya siasat penyusup itu terendus juga oleh jamaah dan ia pun angkat kaki dari daerah itu.
Lebih ironis lagi upaya kristinesasi pada tanggal 23 Juni 2010 dengan kedok bimbingan belajar matematika dan bahasa Inggris di Perumahan Kemang Regency, tepatnya di jalan Komala 2 Blok L No. 14 F Jakarta. Pemilik Pusat Bimbingan Belajar ini adalah Hendri Leonardi Sutanto sebagai Ketua Yayasan Mahanaim. Di tempat itu berlangsung pembaptisan massal dengan mendatangkan 14 buah minibus dari daerah Senen, Tanah Tinggi, Koja. Sebanyak 420 orang, mulai dari anak-anak, ibu-ibu, bapak-bapak sampai nenek-nenek berkumpul di tempat itu. Banyak diantara wanita-wanita yang datang memakai jilbab. Ketika ditanyai oleh seorang ustad yang mendatangi tempat itu tentang tujuan kedatangan mereka, mereka menjawab bahwa mereka diajak rekreasi, berenang dan diiming-imingi sesuatu secara gratis.
Ada juga yang menjawab tidak tahu. Sementara itu, koordinator pembaptisan bernama Andreas Dusli Sanau mengatakan bahwa acara ini adalah bimbingan belajar matematika dan bahasa Inggris. Sungguh janggal dan lucu. Untuk apa ibu-ibu, anak-anak kecil, bahkan nenek-nenek belajar matematika dan bahasa Inggris?
Beruntung bahwa aksi Hezkiel di Banyuwangi segera terbongkar, dan beruntung pula warga pesantren tidak tersulut amarah hingga menghakiminya. Namun kejadian di atas membuka mata kita bahwa usaha kristenisasi di negeri ini tak pernah berhenti. Para penginjil selalu mengamati kondisi kita, dan tatkala mereka melihat kita lengah dan lalai, mereka langsung melancarkan aksi. Toleransi, kerukunan antar umat beragama dan pluralisme sesungguhnya hanyalah ucapan-ucapan manis yang mereka tawarkan lewat media. Di balik semua itu, mereka selalu berusaha merongrong Islam dari segala penjuru. Baiknya kita selalu mengingat wanti-wanti Allah SWT di dalam salah satu firman-Nya yang berbunyi, “Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu sampai kamu mengikuti agama mereka.” …! CN

Menuju Khusnul Khatimah

Menuju Khusnul Khatimah
Diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib ra dalam hadits yang panjang ia berkata: Rasulullah saw naik mimbar lantas memuji Allah dn menyanjung-Nya dan bersabda, “Sebuah kitab Allah telah menuliskan padanya para penghuni syurga dengan nama-nama mereka, dengan nasab-nasab mereka…. Amal-amal itu dinilai yang akhirnya”. HR. Ath Thabarani dalam Al Ausath, sebagaimana disebut dalam Kanzul ‘Ummaal. Berikut ini penulis sampaikan 11 jalan bimbingan Rasulullah saw. menuju khusnul khatimah. Semoga bermanfaat untuk kita semua. Amin!!
  1. Banyak melafadzkan kalimat ikhlas, yaitu laa ilaaha illallah. Begitu ada orang yang sedang naza’ (sekarat) hendaklah dituntun (ditalqin) untuk mengucapkan kalimat tersebut di akhir hayatnya. Dalam sebuah hadits hasan diriwayatkan Rasulullah saw bersabda:
من كان آخر كلامه لا إله إلا الله دخل الجنة
“Barang siapa yang akhir ucapannya laa ilaaha ilallah ia masuk syurga”.
2. Jihad fi sabilillah. Rasulullah saw telah melakukan dan memerintahkan jihad fi sabilillah. Dan Rasulullah saw pun mengakhiri hidupnya dengan wafat sebagai syahid. Suatu ketika beliau perang. Lantas mendapatkan hadiah berupa masakan daging kambing dari seorang wanita yahudi. Walhasil Rasulullah saw pun keracunan begitu pula seorang shahabatnya. Pengaruh racun itu telah membuat gugurnya shahabat itu, adapun terhadap Rasulullah saw , pengaruh itu baru muncul di saat-saat akhir hayat Beliau saw. Dan bukti bahwa mati syahid itu adlah kematian yang khusnul khatimah adalah sebuah hadits shahih beliau saw ketika bersabda:
للشهيد عند الله ست خصال : يغفر له في أول دفعة من دمه ويرى مقعده من الجنة ويجار من عذاب القبر ويأمن الفزع الأكبر ويحلى حلية الإيمان ويزوج من الحور العين ويشفع في سبعين إنسانا من أقاربه
“Bagi orang yang mati syahid mendapatkan 6 hal; diampuni dosanya di saat pertama kali darah tertumpah, ia melihat tempat duduknya di syurga, dilindungi dari adzab kubur, aman dari kegentingan yang dahsyat di hari kiamat, dipakaikan untuknya perhiasan iman, dinikahkan dengan al huur al ‘iin (bidadari), dapat memberikan syafa’at bagi 70 orang dari kerabatnya”.
3. Sabar dalam wilayah karantina karena wabah Tho’un yang mematikan. Karantina ini berlaku bagi siapa saja yang berada d wilayah wabah penyakit itu. Karena dikhawatirkan bil ia keluar maka akan membawa bibit penyakit ke wilayah lainnya. Sabar seperti itu berpahala besar, dan jika ia mati karenanya maka ia mendapatkan khusnul khatimah karena termasuk mati syahid.
Aisyah ra., dalam sebuah hadits shahih diriwayatkan berkata, Aku telah bertanya Rasulullah saw perihal tha’un, maka beliau memberitahukan kepadaku bahwa tha’un itu dulu merupakan azab atas orang-orang yang dikehendaki-Nya dan Allah menjadikannya rahmat bagi orang-orang yang beriman. Maka tidaklah seseorang tertimpa oleh wabah tha’un dan ia tetap tinggal di negerinya dalam keadaan sabar dan mengharapkan pahalanya, ia tahu bahwa tidak akan menimpanya kecuali apa yang telah Allah tuliskan untuknya melainkan ia akan mendapatkan pahala mati syahid.
Dalam riwayat lain yang shahih pula Rasulullah saw bertanya kepada para shahabatnya, “Siapakah menurut kalian orang yang syahid itu?” mereka menjawab, “Wahai Rasulullah, orang yang gugur dalam perang sabilillah maka ia seorang yang mati syahid.” Beliau berkata, “Kalau begitu para syuhada ummatku hanya sedikit.” Mereka berkata, “Maka siapakah mereka itu wahai Rasululah?” Beliau bersabda, “Barang siapa terbunuh dalam perang sabilillah maka ia seorang syahid, barang siapa yang mati di sabilillah maka ia seorang syahid, barang siapa yang mati karena tha’un maka ia seorang syahid, siapa yang mati karena sakit perut maka ia syahid dan yang (mati) tenggelam juga syahid.”
4. Mempertahankan hak milik yang dirampas. Jika hal itu terjadi, hingga seorng muslim yang mempertahankan hartanya itu harus mati, maka ia juga mati dalam keadaan syahid. Dalam hadits yang shahih Rasulullah saw bersabda,
من قتل دون ماله (وفي رواية : من أريد ماله بغير حق فقاتل فقتل) فهو شهيد
“Barang siapa yang terbunuh mempertahankan hartanya, (dalam riwayat lain: Barang siapa yang dikehendaki hartanya tanpa hak lantas ia melawannya kemudian terbunuh maka ia mati syahid”.
5. Ribath fi sabilillah. Yaitu tugas berjaga-jaga saat memanasnya keamanan negeri Islam. Siapa yang mati saat seperti itu maka ia pun mendaptkan husnul khatimah.
Dalam hadits shahih pula Rasulullah saw bersabda, :
رباط يوم وليلة خير من صيام شهر وقيامه وإن مات جرى عليه عمله الذي كان يعمله وأجري عليه رزقه وأمن الفتان
“Ribath sehari semalam itu lebih baik daripada puasa dan shalat malam sebulan. Dan jika ia mati mengalirlah pahala amal yang ia lakukan itu, rizkinya dialirkan kepadanya, dan ia pun aman dari fitnahnya juru penanya”.
6. Menuntut ilmu syar’i. Rasulullah saw bersabda dalam hadits yang shahih,:
من سلك طريقا يلتمس فيه علما سهل الله له طريقا إلى الجنة
“Barang siapa yang menempuh jalan dalam rangka menuntut ilmu Allah memudahkan baginya jalan menuju syurga”.
Dalam sabda yang lainnya yang juga shahih: “Barang siapa yang Allah kehendaki kebaikan untuknya maka Allah faqihkan ia dalam agama”.
7. Rajin amal shalih. Seorang muslim yang rajin beramal shalih sangat mungkin saat ajal menjemputnya pun ia sedang melakukan kesalihan. Dengan begitu insya Allah ia dapatkan husnul khatimah. Lagi pula kesaksian masyarakat kaum muslimin yang adil terhadap suatu jenazah bahwa ia baik, maka hal itu pun menandakan husnul khatimahnya pula. Rasulullah saw dalam hadits shahih bersabda,:
( ما من مسلم يموت فيشهد له أربعة من أهل أبيات جيرانه الأدنيين أنهم لا يعلمون منه إلا خيرا إلا قال الله تبارك وتعالى : قد قبلت قولكم أو قال : بشهادتكم وغفرت له ما لا تعلمون )
“Tidaklah seorang muslim mati, lantas ada empat orang dari penghuni rumah-rumah tetangganya terdekat yang bersaksi bahwa mereka tiada melihat darinya kecuali kebaikan melainkan Allah tabaraka wa ta’ala berfirman: “Telah Aku terima pernyataan kalian, atau kesaksian kalian, dan Aku telah ampunkan untuknya apa yang tiada kalian ketahui”.
8. Menirukan ucapan muadzdzin, lantas membaca doa yang diajarkan Rasulullah saw setelah mendengar adzan. Sabda Rasulullah saw,: “Maka ia akan mendapatkan syafaatku di hari kiamat”. Tentu ini juga berita gembira menuju khusnul khatimah. Adapun doa itu berbunyi sbb:
اللهم رب هذه الدعوة التامة والصلاة القائمة آت محمدا الوسيلة والفضيلة وابعثه مقاما محمودا الذي وعدته.
Adapun lebih lengkapnya, setelah menirukan bacaan adzan, (kecuali pada bacaan hayya ‘alash shalah dan hayya ‘alal falaah, maka diikuti dengan bacaan: laa haula walaa quwwata illaa billah), lantas membaca shalawat Nabi saw, dan setelahnya membaca doa di atas, kemudian ditutup dengan doa untuk dirinya yang ia sukai.
9. Rajin sedekah, menebarkan salam dan gemar shalat malam. Sabda Rasulullah saw alam sebuah hadits shahih:
أفش السلام وأطعم الطعام وصل الأرحام وقم بالليل والناس نيام وادخل الجنة بسلام
“Tebarkan salam, berikanlah makanan, sambunglah tali persaudaraan, dan masuklh syurga dengan ucapan selamat”. ‌
10. Tidak meminta-minta kepada manusia meski ia butuh. Rasulullah saw bertanya:
من يكفل لي أن لا يسأل الناس شيئا وأتكفل له بالجنة؟ فقال ثوبان أنا فكان لا يسأل أحدا شيئا
“Siapakah yang menjamin kepadaku bahwa ia tidak akan meminta sesuatu kepada manusia dan aku akan menjaminnya syurga untuknya?” maka berkatalah Tsauban: “Saya”. Maka iapun tiada meminta sesuatupun kepada siapapun (selain Allah)”
.
11. Membaca ayat kursi setiap usai shalat wajib. Rasulullah saw bersabda dalam sebuah hadits shahih:
من قرأ آية الكرسي دبر كل صلاة مكتوبة لم يمنعه من دخول الجنة إلا أن يموت . ‌
“Barang siapa yang membaca ayat kursi usai shalat wajib maka tak ada yang menghalanginya dari masuk syurga selain maut.”

Jumat, 20 Maret 2015

* KH As’ad Syamsul Arifin, Mengubah Pasir Jadi Senjata *

KH As’ad Syamsul Arifin, Mengubah Pasir Jadi Senjata *


Tidak hanya dikenal sebagai tokoh pejuang dan ulama kharismatik, sosok KH As’ad Syamsul Arifin ternyata juga dikenal memiliki banyak karomah. Salah satunya bisa mengubah pasir menjadi jentuman senjata serta membelah diri menjadi dua. Bagaimanakah kisahnya?


Dideretan ulama-ulama besar di Indonesia, nama KH As;ad Syamsul Arifin tentu bukanlah nama yang asing. Ia merupakan mediator berdirinya salah satu ormas terbesar di Indonesia yaitu Nahdlatul Ulama (NU) dan juga pendiri Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo, Jawa timur, yang dikenal dengan jumlah ribusn santrinya.
Sebagai kiai dan ulama besar, KH As’ad tidak hanya dikenal menguasai ilmu dari para guru dan kitab-kitab hikmah saja, namun juga mempunyai banyak kelebihan atau karomah yang jarang dimiliki oleh manusia biasa.

KH As’ad Syamsul Arifin

Seperti halnya yang diungkapkan KH Fawaid As/ad, salah satu putra almarhum mengatakan jika kelebihan atau ilmu-ilmu beladiri yang dimiliki oleh sang ayah memang cukup banyak. Hal itu bukanlah semata-mata digunakan untuk menyombongkan diri, namun untuk membela agama dan mempertahankan negara dari serangan penjajah.
PEJUANG KEMERDEKAAN
Diantara kisah-kisah mengenai bukti kekaromahan KH As’ad semasa hidupnya pun terkuak dari KH Fawaid.
“Pada zaman dulu, murid-murid beliau itu banyak dari kaum bromocorah (preman,red), sehingga beliau pun banyak mendalami ilmu beladiri,” tutur KH Fawaid memulai cerita.
Ilmu-ilmu beladiri yang dimiliki KH As’ad, sambung KH Fawaid, juga diajarkan kepada para muridnya.

Ia menceritakan, saat santrinya dibekali sebilah pedang serta celurit dan disuruh saling membacok, tapi, tebasan pedang dan celurit itu tidak ada yang mencederai mereka. Sebagian murid yang lain, ada yang diuji melompat dari pohon kelaa yang tinggi dan ternyata badannya tetap utuh serta segar bugar. Yang ajaib adalah saat antara para murid itu mampu menjatuhkan puluhan buah kelapa hanya dengan sekali pandang.
Tidak hanya itu, kemasyhuran kekaromahan KH As’ad juga terbuti pada saat perang kemerdekaan.  Kepada Kisah Hikmah, KH fawaid jga mengisahkan jika pada saat perang gerilya, beberapa pejuang tampak membawa pasir. Pasir itu konon adalah pemberian dari KH As’ad kepada para pejuang. Pasir tersebut kemudian ditaburkan ke kacang hijau di dekat markas tentara Belanda atau jalan yang akan banyak dilewati tentara Belanda.
“Aneh, suatu keajaiban terjadi. Puluhan tentara Belanda yang bersenjata lengkap itu tiba-tiba lari terbirit-birit ketakutan sambil meninggalkan senjatanya. Mungkin mereka mengira suara pasir itu adalah suara dentuman senjata api. Para pejuan pun memungut satu persatu senjata yang ditinggal Belanda, “ kisah KH Fawaid.
BISA MUNCUL DI BANYAK TEMPAT
Lebih jauh, KH Fawaid bahkan menceritakan, ada kisah lain yang mengisyaratkan bahwa KH As’ad memang bukanlah ulama sembarangan. Kisah itu terjadi pada saat Kiai Mujib (teman KH As’ad) diajak KH As’ad menghadiri delapan acara walimah haji yang berada di luar kota.
Keduanya pun berangkat dari rumah, sekitar pukul 20.30 WIB. Namun anehnya, Kiai Mujib baru merasakan keajaiban yang dialaminya setelah kembali ke Sukorejo. Dia kaget lantaran delapan lokasi acara walimah haji yang didatangi oleh KH As’ad ternyata hanya ditempuh dalam waktu dua jam.
“Padahal, perjalanan pulang pergi aja memerlukan waktu dua jam, sementara mereka harus mengunjungi delapan kali acara yang tempatnya masing-masing sangat berjauhan. Ini belum lagi dihitung waktu KH As’ad memberi ceramah dan jamuan makan, yang tentu saja memakan waktu tidak sebentar. Ini ajaib. Mana mungkin perjalanan yang seharusnya memakan waktu dua jam plus semua acara yang tempatnya saling berjauhan dan memakan waktu berjam-jam itu, bisa dilakukan hanya dengan dua jam?” ungkap KH Fawaid.
Kiai Mujib pun mengemukakan kebingungannya itu kepada sopir KH As’ad, H Abdul Aziz.
“Iya..ya, kenapa bisa begitu?” katanya sambil berulang kali melihat jam tangannya untuk meyakinkan diri bahwa saat itu memang baru pukul 22.30 WIB.
“Usut punya usut, seminggu kemudian. Di Sukorejo, Haji Aziz akhirnya memperoleh info mengenai keributan yang hampir saja terjadi di antar pemilik delapan acara walimah tersebut karena masing-masing ngotot didatangi kiai pada saat yang bersamaan. Akhirnya, mereka sama-sama heran, sebab masing-masing mempunyai bukti berupa foto ketika kiai berada di rumah-rumah mereka,” imbuh KH Fawaid.
Peristiwa seperti itu tampaknya juga pernah dialami sendiri oleh KH As’ad ketika muda. Dia heran, ada kiai yang menjadi imam salat Jumat di tiga masjid dalam waktu yang bersamaan. Menurut kisah, KH As’ad bermakmum saat salat Jumat dengan imam Kiai Asadullah di Masjid Besuki. Bupati Situbondo, yang mendengar hal itu, membantah dan sambil ngotot mengatakan bahwa Kiai Asadullah hari itu mengimmi salat Jumat di Situbondo, bahkan sang bupati mengaku berdiri tepat di belakangnya. Penghulu Asembagus yang kebetulan mendengar pertikaian itu, malah menimpali bahwa Kiai Asadullah menjadi imam masjid di daerahnya.
Hal itu mengingatkan KH As’ad pada dawuh (perintah) Habib Hasan Musawa bahwa Kiai Asadullah telah mencapai maqam fana fi adz dzat, bisa menjadi tiga bahkan sepuluh dalam waktu bersamaan. Ilmu yang sama kelak akan dimiliki jiga oleh KH As’ad. Wallahu a’lam

AKHLAK SNTRI TERHADAP KYAI, KITAB DAN TEMAN-TEMANNYA

Saat ini masyarakat islam mulai menyadari bahwa islamlah dasar pendidikan yang mampu mendidik manusia menjadi makhluk yang rahmatan lil’alamin . Berbagai penelitian yang berkaitan dengan metode pendidikan diberbagai negara ternyata menyimpulkan bahwa sistem berasrama adalah sistem yang terbaik. Dimana guru sebagai pendidik dan para murid hidup dalam satu lingkungan yang sama.
Guru berperan sebagai pengajar / penyampai informasi, pembimbing, pembina dan memberi teladan bagi para muridnya dalam berbagai aspek kehidupan. Para murid pun menerima pelajaran, baik yang disampaikan secara formal maupun non formal . Sehingga proses belajar dan pembentukan kepribadian bagi murid bisa berlangsung sepanjang hari dan setiap saat. Metode ini sangat efektif dalam membentuk karakter dan kepribadian murid. Inilah hakekat dari metode pesantren.
Pesantren sebagai sebuah lembaga pendidikan mempunyai keunikan tersendiri dia mempunyai arti penting bagi keluarga besar pesantren itu sendiri Bahkan dalam komunitas muslim dampak positifnya bisa meluas. Tidak terbatas pada santrinya saja, tetapi juga kepada masyarakat yang hidup di sekitar pesantren. Sehingga pesantren pun bisa berperan sebagai lokomotif dalam membangun peradaban.
Pesantren memang merupakan sub kultur begitulah K.H. Abdurahman Wahid mengatakan. Ia adalah komunitas kecil bagai miniatur masyarakat yang berbaur dengan masyarkat itu endiri.
Begitu banyak orang meneliti tentang keberadaan pesantren karena varian –varian yang ditonjolkan oleh pesantren masing-masing. Dewasa ini pesantren ditantang untuk memberikan kontribusi lebih dalam mendampingi masyarakat dan negara, di nanti dan diharapkan peran positifnya bagi perkembangan sosial pendidikan masyarakat .
Untuk itu kajian makalah ini akan membicarakan sekitar harapan terhadap pesantren tentang apa saja yang harus dilakukan setelah menjelaskan apa yang telah dilakukan pesantren dalam sejarah panjangnya. Tidak bisa dipungkiri bahwa pesantren ini lewat para alumninya pernah menorehkan tinta emas dalam sejarah panjang perjuangan bangsa ini .
Pondok pesantren sebagai lembaga yang berakar dalam masyarakat telah berupaya untuk tetap eksis dengan turut pula menjadikan perannya sebagai lembaga pendidikan islam, lembaga dakwah dan lembaga pengembangan dan pemberdayaan masyarakat .
Pemberdayaan masyarakat dalam arti meningkatkan taraf hidup yang lebih baik tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintan saja namun juga masyarakat itu sendiri. Dalam hal ini pondok pesantren sebagai lembaga keagamaan yang mengakar dimasyarakat dan sebagai lembaga pengembangan masayarakat sejak dahulu telah melakukan perannya yang cukup besar dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat baik dari aspek pendidikan spiritual maupun material .
Lewat tinjauan sejarah , analisa kondisi masyarakat dan analisa pesantren itu sendiri semoga tulisan ini lebih memperjelas peran pesantren dalam menjawab tantangan abad milenium III.

Peran Pesantren dalam memnjawab dinamika masyarakat

Saat ini masyarakat islam mulai menyadari bahwa islamlah dasar pendidikan yang mampu mendidik manusia menjadi makhluk yang rahmatan lil’alamin . Berbagai penelitian yang berkaitan dengan metode pendidikan diberbagai negara ternyata menyimpulkan bahwa sistem berasrama adalah sistem yang terbaik. Dimana guru sebagai pendidik dan para murid hidup dalam satu lingkungan yang sama.
Guru berperan sebagai pengajar / penyampai informasi, pembimbing, pembina dan memberi teladan bagi para muridnya dalam berbagai aspek kehidupan. Para murid pun menerima pelajaran, baik yang disampaikan secara formal maupun non formal . Sehingga proses belajar dan pembentukan kepribadian bagi murid bisa berlangsung sepanjang hari dan setiap saat. Metode ini sangat efektif dalam membentuk karakter dan kepribadian murid. Inilah hakekat dari metode pesantren.
Pesantren sebagai sebuah lembaga pendidikan mempunyai keunikan tersendiri dia mempunyai arti penting bagi keluarga besar pesantren itu sendiri Bahkan dalam komunitas muslim dampak positifnya bisa meluas. Tidak terbatas pada santrinya saja, tetapi juga kepada masyarakat yang hidup di sekitar pesantren. Sehingga pesantren pun bisa berperan sebagai lokomotif dalam membangun peradaban.
Pesantren memang merupakan sub kultur begitulah K.H. Abdurahman Wahid mengatakan. Ia adalah komunitas kecil bagai miniatur masyarakat yang berbaur dengan masyarkat itu endiri.
Begitu banyak orang meneliti tentang keberadaan pesantren karena varian –varian yang ditonjolkan oleh pesantren masing-masing. Dewasa ini pesantren ditantang untuk memberikan kontribusi lebih dalam mendampingi masyarakat dan negara, di nanti dan diharapkan peran positifnya bagi perkembangan sosial pendidikan masyarakat .
Untuk itu kajian makalah ini akan membicarakan sekitar harapan terhadap pesantren tentang apa saja yang harus dilakukan setelah menjelaskan apa yang telah dilakukan pesantren dalam sejarah panjangnya. Tidak bisa dipungkiri bahwa pesantren ini lewat para alumninya pernah menorehkan tinta emas dalam sejarah panjang perjuangan bangsa ini .
Pondok pesantren sebagai lembaga yang berakar dalam masyarakat telah berupaya untuk tetap eksis dengan turut pula menjadikan perannya sebagai lembaga pendidikan islam, lembaga dakwah dan lembaga pengembangan dan pemberdayaan masyarakat .
Pemberdayaan masyarakat dalam arti meningkatkan taraf hidup yang lebih baik tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintan saja namun juga masyarakat itu sendiri. Dalam hal ini pondok pesantren sebagai lembaga keagamaan yang mengakar dimasyarakat dan sebagai lembaga pengembangan masayarakat sejak dahulu telah melakukan perannya yang cukup besar dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat baik dari aspek pendidikan spiritual maupun material .
Lewat tinjauan sejarah , analisa kondisi masyarakat dan analisa pesantren itu sendiri semoga tulisan ini lebih memperjelas peran pesantren dalam menjawab tantangan abad milenium III.